Sabtu, 29 Mei 2010

^^ketika angin gelisah^^

reranting menyapa dalam teduh
kepada puannya daun daun luruh
tak habis percaknya
dalam bening embun bergemuruh
lalu galam gemulai pekat
percik percik nadi merambat
sampai diujung buai malaikat

aku mencari
irama irama hati
bersama gugur bunga kapas
di musim mati
putingnya melayang
dengan sepasang sayap mentari
dan senyum di lingkar bidadari

inilah angin
dengan tapap gundah
mata manja namun lelah
biasnya memerah
tersisa liang liang air mata serupa kawah
angin kini gelisah
perlahan dalam sandaran ia rebah
menunggu senja
di puncak kalimaya indah


Jakarta, 08 05 10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar