Bila harus kugambar mata Tahira
dengan warna cahaya
aku pandang pelupukmu
menarikan kuas jingga
menggapai bentuk-bentuk
pesona
dan kau lukiskan di tengah
padang musafirku
wajah cakrawala mengelilingi
cakrawala
yang pernah singgah dalam
mimpi perempuan buta
saling kita tawarkan sepanjang
perjalanan kafilah
Bila kuinginkan cakrawala
dalam diam gua
batu-batu berbicara
lebih nyaring dari seruling
pecinta
'Nil'...
Air matamu merinai
memapah lemah dan sakitmu
kini sampai ia di tepian hatiku
menangis
dan aku
bersama doa sekumpulan ababil
hanya untukmu
kekasih
..........................

Tidak ada komentar:
Posting Komentar