pesan chrisant yang memutihkan rindumu

lama
ya, melankolis
kau selalu begitu
mendiamkan diammu di ujung jemari matahari 5
seperti retak retak tanah yang resah
dan pesan pesan chrisant yang melemah
kisah cinta yang membunga
..
maka diamlah'
sang pendiam
taukah kau'
ku sembunyikan lirih nada nada perih setiap tetes air
yang kuresapkan pada bunga chrisant..
menyayap , riuh riuh rindu
dan aku kehilangan seribu serbuk pesonamu
...?
bukahkah cukup meresah...jiwa
tapi sudahlah"
aku mencintaimu sang penabur racun hati
dan biarkan chrisant ini sebagai "penerjemah hati "
melankolis..
berdiam kata
mimpi mimpi melankolis menyenja

lingkarang mimpi mimpi menyenja'
menyenja'
biarkalah'
mimpi mimpi itu dan fatamorfosa
bukankah kau' melankolis
masih merahasia dalam balut balut luka memerih rasa
mengelana kata berjuta juta detik lalu
diam diam menemui sang pendiam merahasia
dan, tak berkata hanya diam saja'
[kau memang suka diamnya]
hingga lingkar hatimu menyenja jelas
dimata mata mata mereka'
masih elak, pelangi itu mewarna dimatamu
sang melankolis;
dan mimpi mimpi yang sembunyi
[dan aku tau kau suka itu]
rahasia resah resah

antara pinus pinus
kabut mengabut
melentera cahaya kunang
pircik percik gelisah dan resah
peri meresah
mengibas sayap sattu yang patah
antara kamomile dan satin
memilin rindu tak henti
kau tau...
resah masih setia menunggu
dan kabut yang memuai
menjadi embun embun di sapa'an pagi
malam masih merahasia juga
rasa masih menyelaraskan sandisandi
seperti rumput teki yang menyimpan misteri
dan rindu rindu kecil yang perunggu
ah, kau sudah terlalu tau
tentang aku
tentang gerimis rinduku
dan tentang rasa rahasiaku
bola romantisme sheriofa
bertapalah cinta
menjalin seribu mewarna
antara cahaya melankolis yang beradu nama
membulat, bola seribu mimpi sang sheriofa
pekat pekat hitam yang legam
mencatat rahasia yang menghitam
di antara gelap,saling bersembunyi
ku selipkan seribu rindu yang memilu
antara bola romantisme yang mematikan
mengawetlah cinta
merahasia rasa
malam bukankah tau,
aku selalu sembunyikan rasa
taukah kau,
rindu yang pilu
taukah kau?
cinta yang meluka
semusim kamboja, menduka
dan jingga melarikan diri
menjauhi mata mata rona
seperti bulan sabit yang sengit
biarkan saja, luka
biarkan saja , perih
bukankah itu yang kau suka?
sang sheriofa, ....
beliung pilu merindu

ya [biarkan menjelajah semusim]
daun daun pinus menuai wajahmu
patahan rindu memenuhi ruang jeda merahasia
ketika beliung pilu merindu
gadis seribu rona
menjingga .. memerakkan pohon kata kata
katakan ...pada rona rahasia gadis
selipan kata tanpa bahasa
merayap di ujung daun daun surga
pecahkan senja .. dipelataran menuai cinta
kau petiki pilu, yang terselip pada hijau pinus menua
menyentak sayap melankolismu
jejeran airmata upacara di antara ranting ranting
merahasialah pesan pendiam
pada ikatan daun kering dan kamboja
mengawetkan jejak jejak jemari pilu merindu
tinggal senyum jinggamu yang mengayun mimpi sore itu
gadis seribu rona

gadis seribu rona
pohon mahonie yaang menua
menyimpan jejak dan cerita merahasia
termasuk sayapmu, yang membatikan symbol rahasia
dan kupu melankolis rindu ,
yang menyampaikan pesan, penerjemah seribu rona
gadis seribu rona
..
menjaring simbol rahasia
tengah malam yang legam pekat hitam
ditempat rahasia itu
padang sheriof yang membahagia
tercatat, romantisme pendiam
menyimpan rona malu antara daun mahonie yang layu
berbisik bisik baris 3 kata
padanya, diamku
tercatat malu
tentang rona bersemu itu
diantara rumput yang menjarah malam -malam
melingkuplah daun daun rindu

memeraklah cahaya surga ditangan kencana
kelopak rindu membesar angkasa
awan pekat mencabuti warna
melankolis ..menunggui pelangi sepertiga malam
memerah kelopak selendang kencana
pada mahkota , bait dan selipan kata -kata
gadis ...menjejaki janji tak bersuara
mengoyak malam malam pendiam
masihkah kau menyulam tumpukan merahasia
rona jingga tanpa kata?
habis waktu menyuaraimu
sang pendiam...
gadis melankolis itu ,...mengais ceceran
tatapan mata [bernada cinta]
...
[biarkan saja , tak bersuara]
sematan .. mimpi sang sheriofa
menjejaki tudung tudung jingga
bakung cinta ..mengayam kamboja
melilit lilit janji
sang sheriofa
semat mahkota pada kening merona
ribuan kupu rindu melankolis merayu
menyemburlah rasa rasa rahasia
menjingga ujung rindu daun akasia
di padang jingga sheriofalah ..tersungkur rindu mengabu
ribuan detik merahasiakan itu
tapi jinggalah menutupi waktu menanti
merindui sang melankolis tanpa henti
semak menjarah rindu rindu
tersungkur pada tanah bertuan cinta
jingga bertabur doa doa tanya
..
serahasia itu renung sang sheriofa
cahaya mengemas kode rahasia
da biarkanlah...
tumpukan balon membahagia rona..[jingga]

membulatlah ribuan mimpi [sang melankolis]
melingkarkan pada lengkungan pasti
[tentang adanya] istana jingga dan surga
pemilik seribu cahaya
merona... memerak
antara ribuan semat mimpi di mahkota [sang melankolis]
masih saja [ kau]
menabur ribuan mimpi mimpi lagi
memestakan bahagia [katamu]
dan [ aku mengerti]
tumpukan balon rahasiamu
[masih tentang- pendiam rahasia
serahasia rasamu [bukan?]
[gadis melankolis]
kau sunting mimpi dan ungu duka bersama
dan masihkah rindu pilu memcecapi hatimu?
gadis seribu rona
..mengukir batik-batik rahasia
sematan simbol tanpa nama
rautan cahaya tak berbatas kata
[mencahayalah mimpi , katamu]
pemilik seribu doa malaekat

menghijaulah daun daun surga
menyebar aroma membahagia
kau[ pemilik seribu doa malaekat]
sang maha supersempurna
kali ini bukan tentang ungu kamboja
atau pelangi jingga seribu rona
tapi tentang [rona putih yang membias pinta sempurna]
sang melankolis
..[gadis seribu sihir mimpi itu]
mengemas cinta rahasia
pada sang maha supersempurna
terkirimlah seribu doa malaekat
pada ninneta ..[pecinta rangkai kata]
maka tersenyumlah
[pada mahasuper pesona]
terangkai ribuan doa rahasia
ya [untukmu..ninneta]
tengah malam ini
pada perak dan rona putih ku titipkan
serbuk serbuk jingga
maka mencahayalah jiwa
kobar -kobar rindu
membias kata , pada pohon akasia menua
saksi pinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar